Ibu
04 04 2009
14 : 44
MOTHER
Beberapa tahun yang lalu, ketika ibu saya berkunjung, ia mengajak saya
untuk berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun yang
baru.
Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain,
dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat
juga ke pusat perbelanjaan tersebut.
Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu saya
mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya. Seiring waktu yang
berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi.
Akhirnya pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu
stel gaun biru yang cantik terdiri dari tiga helai. Pada blusnya terdapat
sejenis tali dibagian tepi lehernya, dan karena ketidaksabaran saya,
maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam
ruang
ganti pakaian, saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan
dengan susah mencoba untuk mengikat talinya.
Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang
sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya, seketika ketidaksabaran
saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalamkepadanya.
Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata yang keluar
tanpa saya sadari. Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali
masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut.
Pakaian ini begitu indah, dan dia membelinya. Perjalanan belanja kami
telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat
terlupakan dari ingatan saya. Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap
saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan
terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya.
Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya,
memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan
terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah
menyentuh
hati saya dengan cara yang paling membekas dalam hati saya.
Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya, mengambil
tangannya, menciumnya .. dan yang membuatnya terkejut,
memberitahukannya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang
paling indah
di dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat
melihat dengan mata baru, betapa bernilai dan berharganya kasih sayang
yang penuh pengorbanan dari seorang ibu. Saya hanya dapat berdoa bahwa
suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya
tersendiri.
Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu
agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan
Ibu...
With Love to All Mother
" JIKA KAMU MENCINTAI IBU MU KIRIMLAH CERITA INI KEPADA ORANG LAIN,
AGAR SELURUH ORANG DI DUNIA INI DAPAT MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA ".
Note :
Berbahagialah yang masih memiliki Ibu. Dan lakukanlah yang terbaik
untuknya...........
Beberapa tahun yang lalu, ketika ibu saya berkunjung, ia mengajak saya
untuk berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun yang
baru.
Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain,
dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat
juga ke pusat perbelanjaan tersebut.
Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu saya
mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya. Seiring waktu yang
berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi.
Akhirnya pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu
stel gaun biru yang cantik terdiri dari tiga helai. Pada blusnya terdapat
sejenis tali dibagian tepi lehernya, dan karena ketidaksabaran saya,
maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam
ruang
ganti pakaian, saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan
dengan susah mencoba untuk mengikat talinya.
Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang
sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya, seketika ketidaksabaran
saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalamkepadanya.
Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata yang keluar
tanpa saya sadari. Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali
masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut.
Pakaian ini begitu indah, dan dia membelinya. Perjalanan belanja kami
telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat
terlupakan dari ingatan saya. Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap
saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan
terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya.
Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya,
memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan
terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah
menyentuh
hati saya dengan cara yang paling membekas dalam hati saya.
Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya, mengambil
tangannya, menciumnya .. dan yang membuatnya terkejut,
memberitahukannya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang
paling indah
di dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat
melihat dengan mata baru, betapa bernilai dan berharganya kasih sayang
yang penuh pengorbanan dari seorang ibu. Saya hanya dapat berdoa bahwa
suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya
tersendiri.
Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu
agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan
Ibu...
With Love to All Mother
" JIKA KAMU MENCINTAI IBU MU KIRIMLAH CERITA INI KEPADA ORANG LAIN,
AGAR SELURUH ORANG DI DUNIA INI DAPAT MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA ".
Note :
Berbahagialah yang masih memiliki Ibu. Dan lakukanlah yang terbaik
untuknya...........
Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/453_1595_2009_04
Komentar Anda
nice artikel....salam kenal.....
aku cuman mau nambahkan...jangan pernah sia-siakan....orang tua anda,bersyukurlah bagi anda yang masih mempunyai keduanya. sebab...apa bila mereka berdua telah tiada....anda akan seperti anak burung yang ditinggal induknya.
hanya ada penyesalan....tapi penyesalan itu hanya sia-sia belaka.
Salam,
aku cuman mau nambahkan...jangan pernah sia-siakan....orang tua anda,bersyukurlah bagi anda yang masih mempunyai keduanya. sebab...apa bila mereka berdua telah tiada....anda akan seperti anak burung yang ditinggal induknya.
hanya ada penyesalan....tapi penyesalan itu hanya sia-sia belaka.
Salam,